. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Materi Kuliah Ilmu Alamiah Dasar Bagian IV

IV. METODE ILMIAH
  • Adalah Prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu.Maka ilmu adalah pengetahuan yang didapatkan melalui metode ilmiah.
  • Metode adalah suatu prosedur atau cara mengetahui sesuatu yang mempunyai langkah-langkah yang sistematis.
  • Metodologi adalah suatu pengkajian dalam mempelajari peraturan-peraturan dalam metode tersebut.
  • Metodologi ilmiah adalah pengkajian dari peraturan-peraturan yang terdapat dalam metode.


Apakah semua pengetahuan dapatdisebut ilmu ?

TIDAK

Karena ilmu merupakan pengetahuan yang cara mendapatkannya harus memenuhi syarat-syarat tertentu


Syarat yang harus dipenuhi agar suatu pengetahuan dapat disebut ilmu atau dikatakan ilmiah :
  • Logis atau masuk akal.
  • Obyektif.
  • Sistematis.
  • Andal.
  • Dirancang.
  • Akumulatif.
Penjelasan :
  • Logis atau masuk akal, yaitu sesuai dengan logika atau aturan berpikir yang ditetapkan dalam cabang ilmu pengetahuan yang bersangkutan. Definisi, aturan, inferensi induktif, probabilitas, kalkulus, dll. merupakan bentuk logika yang menjadi landasan ilmu pengetahuan. Logika dalam ilmu pengetahuan adalah definitif. Obyektif atau sesuai dengan fakta. Fakta adalah informasi yang diperoleh dari pengamatan atau penalaran fenomena.
  • Obyektif dalam ilmu pengetahuan berkenaan dengan sikap yang tidak tergantung pada suasana hati, prasangka atau pertimbangan nilai pribadi. Atribut obyektif mengandung arti bahwa kebenaran ditentukan oleh pengujian secara terbuka yang dilakukan dari pengamatan dan penalaran fenomena.
  • Sistematis yaitu adanya konsistensi dan keteraturan internal. Kedewasaan ilmu pengetahuan dicerminkan oleh adanya keteraturan internal dalam teori, hukum, prinsip dan metodenya. Konsistensi internal dapat berubah dengan adanya penemuan-penemuan baru. Sifat dinamis ini tidak boleh menghasilkan kontradiksi pada azas teori ilmu pengetahuan.
  • Andal yaitu dapat diuji kembali secara terbuka menurut persyaratan yang ditentukan dengan hasil yang dapat diandalkan. Ilmu pengetahuan bersifat umum, terbuka dan universal.
  • Dirancang. Ilmu pengetahuan tidak berkembang dengan sendirinya. Ilmu pengetahuan dikembangkan menurut suatu rancangan yang menerapkan metode ilmiah. Rancangan ini akan menentukan mutu keluaran ilmu pengetahuan.
  • Akumulatif. Ilmu pengetahuan merupakan himpunan fakta, teori, hukum, dll. yang terkumpul sedikit demi sedikit. Apabila ada kaedah yang salah, maka kaedah itu akan diganti dengan kaedah yang benar. Kebenaran ilmu bersifat relatif dan temporal, tidak pernah mutlak dan final, sehingga dengan demikian ilmu pengetahuan bersifat dinamis dan terbuka.

KARAKTERISTIK PENGETAHUAN
Pengetahuan yang didapat melalui metode ilmiah diharapkan mempunyai karateristik-karakteristik:
  1. Rasional
  2. Teruji

CARA PIKIR
Metode ilmiah mengembangkan dua cara berfikir yaitu :
  1. Induktif
  2. Deduktif

Cara Fikir Induktif
  • Berdasarkan pada kriteria kebenaran korespondensi terkait dengan empirisme, dimana membetuhkan data-data mendukung.
  • Empirisme adalah paham yang berpendapat bahwa dibutuhkan fakta –fakta yang mendukung.

Cara Fikir Deduktif
  • Cara berfikir dimana ditarik suatu kesimpulan yang bersifat kuhsus dari pernyataan yang bersifat umum, mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogismus. Pernyataan yang mendukung silogismus adalah premis mayor dan minor
  • Berfikir deduktif terkait dengan rasionalisme, memberikan sifat rasional yang bersifat konsisten.Rasionalisme adalah paham yang berpendapat bahwa rasio adalah sumber kebenaran


Syarat Teori Ilmiah
  • Harus konsisten dengan teori-teori sebelumnya yang memungkinkan tidak terjadinya kontradiksi dalam teori keilmuan secara keseluruhan.
  • Harus cocok dengan fakta-fakta empiris, sebab teori yang bagaimana pun konsistennya, kalo tidak didukung dengan pengukian empiris tidak dapat diterima kebenarannya secara ilmiah.

Kriteria Metode Ilmiah
  • Berdasarkan Fakta
  • Bebas dari Prasangka
  • Menggunakan Prinsip-Prinsip Analisis
  • Menggunakan Hipotesis
  • Menggunakan Ukuran Objek
  • Menggunakan teknik Kuantitatif

HIPOTESIS
  • Adalah dugaan atau jawaban sementara terhadap permasalahan yang kebenarannya masih harus diuji secara empiris.
  • Hipotesis merupakan jawaban terhadap masalah penelitian yang secara teoritis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya.

Macam Hipotesis
  • Hipotesa tentang hubungan adalah hipotesis yang menyatakan tentang saling hubung antara dua variabel atau lebih> Hipotesis tentang hubungan berbagai penelitian korelasi.
  • Hipotesis tentang perbedaan dalam variabel tertentu pada kelompok berbeda. Perbedaan tersebut akibat pengaruh perbedaan satu atau lebih variabel yang lain, yang mendasari penelitian komporatif.

Operasionalisasi Metode Ilmiah
  • Perumusan Masalah; pertanyaan apa, mengapa, bagaimana objek yang diteliti, serta diidentifikasi faktor yang terkait.
  • Penyusunan Kerangka Berfikir; argumentasi yang menjelaskan hubungan terdapat antara berbagai faktor yang saling terkait dalam konteks permasalahan.
  • Perumusan Hipotesis; Jawaban sementara.
  • Pengujian Hipotesis; langkah pengumpulan fakta-fakta yang relevan.
  • Penarikan Kesimpulan; Penilaian dari sebuah hipotesis ditolak atau diterima atas fakta-fakta.

KEUNGGULAN DAN KETERBATASAN METODE ILMIAH
KEUNGGULAN
  • Mencintai kebenaran yang objektif.
  • Menyadari bahwa kebenaran ilmu tidak absolut.
  • Mengungkap tabir takhayul.
  • Membimbing terhadap sikap ingin tahu yang lebih banyak.
  • Membimbing berpikir terbuka,, objektif, bersikap optimis, teliti, tidak percaya kesimpulan sebelum adanya bukti yang menguatkan, berani membuat suatu pernyataan yang menurut keyakinan ilmiah kita adalah benar.

KETERBATASAN
  • Semua kesimpulan atau kebenaran ilmu pengetahuan bersifat tentatif, artinya sebelum ada kebenaran ilmu yang dapat menolak kesimpulan itu, maka kesimpulan iti dianggap benar. Sebaliknya kesimpulan yang ilmiah yang dapat menolak kesimpulan ilmiah terdahulu menjadi kebanaran baru.
  • Pengetahuan yang berupa wahyu Ilahi. Merupakan kebenaran dari pengetahuan yang bersifat mutlak, artinya tidak berubah sepanjang masa. Metode ilmiah tidak bisa menjangkau untuk menguji adanya TUHAN.
Post a Comment
Thanks for your comment

Google+ Followers